Monday, May 21, 2007

Puri Botanical, Just Say The Simple Truth !

Puri Botanical Residence is the next step of land development in Mega Kebon Jeruk area.

The development plan will be first initiated by building 240 houses in a cluster, and in subsequent phases a total of 12 clusters will be built over a 96 hectare area, with a total of 3,000 units of houses.

The first residential estate in Jakarta with a botanical garden concept, it offers a variety of facilities and features to enhance the joys of living. A commercial center, office buildings, a hotel, apartments, a shopping mall, a traditional market, a national-plus school, integrated access to JORR, and a sports club all set amongst a carefully selected mix of unique floras as cultivated under the expert hands of Kebun Raya Bogor.

Puri Botanical Residence as a residential estate with the biggest green open space in Jakarta provides educational, recreational and environmental benefits for the family. Jardin de paris, English garden, orchard garden, concert lawn, earth mound, sculptural garden, forest walk, jogging track, Chinese garden, and Japanese garden are provided to allow families to discover another meaning to being in nature.

For further inquiries, please contact:

PT Copylas Indonesia
Maisonette Mega Kebon Jeruk Unit 36 -37
Jl. Raya Joglo No. 48
Jakarta, Indonesia

Telephone: (62) (21) 587 - 0077
Fax : (62) (21) 586 - 6688

Tulisan ini saya ambil dari <
http://www.jsi.co.id/projectBotanical.php>

Puri Botanical Residence sedang dibangun persis di depan kompleks perumahan di mana saya tinggal. Saya juga sering membaca iklannya di harian Kompas.Akan ada tempat yang adem, sejuk, hijau, seakan membawa Botanical Garden ke lingkungan Joglo yang dulunya juga sudah hijau, segar dan alami (lihat deh di daerah Joglo banyak banget tukang jualan tanaman).

Sekarang memang lokasi untuk Puri Botanical masih bisa dibilang kering kerontang, apalagi dibanding dengan cita-citanya menghadirkan lingkungan dengan konsep kebun raya yang menjanjikan kawasan hijau yang terbuka. Truk-truk masih mondar-mandir mengeruk atau menimbun tanah. Kawasan Puri Botanical sekarang masih berupa hutan rumput tepatnya.

Saya cuma bisa melihat dari jalan raya, karena akses masuk tertutup kecuali untuk beberapa orang yang sudah punya rumah di kawasan itu. Mungkin privasi sedang dijaga dan dipertahankan di sana sehingga steril dari orang luar. Kalaupun perumahan itu sudah jadi, saya tidak yakin kawasan itu akan tetap disebut sebagai 'biggest green open space in jakarta', karena 'open space'-nya sudah di 'close'. Rasanya saya musti beli dulu kavling di situ biar bisa menikmati jogging track sambil mendengarkan kicauan burung langka ataupun taman-taman bernuansa Jepang, Cina ataupun Inggris.

Dan kalaupun saya beli satu kavling di sana, saya tidak begitu yakin dengan pengembang Puri Botanical itu karena, malam ini ketika saya pulang kantor, saya melihat di perempatan jalan arteri Permata Hijau menuju ke Pos Pengumben ada billboard besar mengiklankan Puri Botanical. Di situ tertulis dari tempat billboard ke lokasi pameran berjarak kurang dari 1 km. Padahal sepengukuran saya, dari perempatan Pos Pengumben ke lokasi Copylas berjarak 3 km. Apa alat ukur yang berbeda ? Alat ukur saya keluaran Toyota. Apa beda kalo ngukurnya pake BMW ? Lucu aja kalau ada pembeli yang udah jalan 1 km kok gak ada apa-apa, jalan 1 km juga gak ada apa-apa, eh baru ketemu pas kilometer ke-3. Untung nggak nyasar !

Yah ini masalah ecek-ecek kali buat mereka. Tiga dibilang satu. Kalau satuannya cm mungkin gak terlalu banya pengaruhnya, tapi bisa juga bikin tembok jadi miring dari ukuran sebenarnya. Tiga dibilang satu mungkin gak terlalu keliatan bedanya, kalo seharusnya masukin 3 zak semen tapi cuman 1 kantong yang dimasukin, apa gak keropos itu rumah ? Tiga dibilang satu bisa jadi hal yang biasa buat mereka. Silakan aja, asal nggak jadi celaka. Asal nggak jebol seperti parkiran ITC Permata Hijau yang sudah makan korban.

Ehhh…btw, ini tanah Copylas temasuk tanah sengketa Porta Nigra gak ya ? …. Anyone can say the truth ?

3 comments:

Deni Logito said...

Biasanya untuk mengukur jarak, mereka pakai cara "tarik garis lurus" dari titik awal ke titik akhir. tapi tidak di jelaskan di Iklannya.

Fachry-Afif said...

Thanks Pak Deni atas commentnya.

fyi dari plang iklan ke lokasi jalanannya lurus-lurus aja nggak ada belok-belokannya. Jalan Pos Pengumben kan luruuuuss terus sampai Jalan Joglo Raya. Jalan Joglo Raya juga lurruuss terus sampai lokasi.

Anda bisa tarik kesimpulan sendiri :)

Yakub said...

sekarang puri botanical sudah bagus.. hijau sdh mendekati angan2 pd awal di bangun.saat ini sdh 3 4 cluster yang sudah terpasarkan...